Berita Terkini

Mendunia, Kopi Indonesia Diminati Pasar Mesir
02
Apr

Mendunia, Kopi Indonesia Diminati Pasar Mesir

Admin
02 April 2020
145
Kualitas kopi asal Indonesia berhasil memikat pasar dunia, termasuk Mesir. Hal ini dibuktikan dengan masyarakat Mesir yang rela antre demi mencicip kopi di acara Hari Indonesia. Mesir di Luxor, sekitar 650 kilometer dari Kairo. Agenda kebudayaan dan perdagangan di Perpustakaan Umum dan Luxor Conference Hall, Luxor, ini berlangsung pada 19 Februari 2019, di mana penyelenggaraannya merupakan kerja sama KBRI Cairo dengan Pemerintah Provinsi Luxor. Acara dimeriahkan dengan pementasan kesenian, stand kerajinan dan produk dari kedua negara. Indonesia sendiri memamerkan kopi, rempah, mi instan, dan biskuit, sedangkan Mesir membawa sejumlah kerajinan tangan warga Luxor. Ada pula satu stand khusus yang menampilkan produk karya anak-anak penyandang disabilitas. Para pengunjung diberi kesempatan menyeduh kopi atau mi instan dengan air panas yang telah disediakan. Antusiasme yang besar tampak dari antrean yang mengular, lantaran penasaran ingin mencicipi produk Indonesia. Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi, dalam sambutannya menyampaikan gembira atas terlaksananya kegiatan kebudayaan RI-Mesir di Luxor, Mengingat Luxor kaya dengan peradaban sejarah Mesir kuno dan menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.   Sumber : www.liputan6.com
Read More
5 Alat Seduh Kopi Manual Ini Wajib Dimiliki Pecinta Kopi
02
Apr

5 Alat Seduh Kopi Manual Ini Wajib Dimiliki Pecinta Kopi

Admin
02 April 2020
127
Tak perlu punya mesin kopi yang mahal. Beberapa alat seduh kopi ini punya harga yang terjangkau dan cocok untuk seduh kopi di rumah. Alat seduh kopi ini juga sangat mudah didapat. Cukup punya bubuk kopi kesukaan kita kemudian seduh dengan air panas di dalam alat seduh ini. Dijamin setiap pagi Anda akan lebih bersemangat menikmati racikan kopi yang nikmat. Berikut ini beberapa alat seduh kopi yang enak dan mudah digunakan di rumah. 1. Moka Pot Memiliki bentuk yang hampir sama dengan teko untuk memasak air. Moka pot ini bisa bikin seduhan kopi makin pekat. Moka pot ini dapat mengalirkan air yang menguap melewati bubuk kopi. Jika Anda menggunakan Moka Pot, perlu bubuk kopi yang sangat halus sehingga lebih mudah menghasilkan rasa kopi yang nikmat. Dibandingkan dengan alat seduh lain. Moka pot dapat dipakai hanya dengan menggunakan kompor dan tinggal menunggu kopi keluar ke permukaan. 2. French Press French press jadi alat seduh kopi yang kini paling populer. Bentuknya sederhana dan cara penggunaannya sangat mudah. Alat seduh kopi ini memiliki alat saring di bagian bawah sehingga ampas kopi akan terpisah dengan air. Menyeduh kopi dengan alat ini akan menghasilkan seduhan tanpa ampas. Kopi-kopi yang biasanya diseduh adalah single origin seperti kopi Arabika Mandailing, Gayo hingga Robusta. 3. V60 V60 merupakan alat seduh kopi berjenis pour over. Menyeduh dengan alat ini bisa digunakan dengan cara menuangkan air panas secara perlahan di atas kopi dan perlahan menetes di bawahnya. Kabarnya dengan menggunakan jenis seduhan kopi ini bisa menghasilkan rasa yang sedikit agak fruitty. 4. Vietnam Drip  Berbahan stainless steel, Vietnam Drip biasanya menggunakan dark roast coffee dan campuran susu kental manis untuk menyeimbangkan rasa pahit. Untuk menyeduh dengan menggunakan Vietnam Drip ini metal cup ditaruh di atas cangkir kemudian kunci metal dikaitkan dengan cangkir. Lalu kopi ditaruh di atas saringan dan disiram air panas. 5. Rok Presso Digunakan juga di kafe, alat ini bisa digunakan untuk menghasilkan espresso. Alat seduh espresso ini juga tidak membutuhkan listrik dan sudah dilengkapi dengan portafilter. Sumber : https://food.detik.com/
Read More
Budaya Meminum Kopi Dalam Masyarakat Kita
02
Apr

Budaya Meminum Kopi Dalam Masyarakat Kita

Admin
02 April 2020
124
Sebuah warung di ujung jalan dekat tampak sepi hanya tampak seorang penjual menunggu datangnya pembeli. Tidak lama kemudian datanglah seorang pria paruh baya memasuki warung dan memesan secangkir kopi, selang beberapa menit kemudian datanglah pemuda memesan minuman yang sama. Sembari menyeruput kopi yang telah tersaji dihadapan mereka, mulailah mereka membuka obrolan yang tampaknya berlangsung sangat gayeng dan hangat. Begitulah keajaiban dari secangkir kopi yang bisa mengakrabkan dua orang yang belum pernah saling kenal sebelumnya, perbedaan umur yang terpaut cukup jauh seolah hilang dan layaknya teman sebaya mereka saling bertukar pengalaman. Budaya meminum kopi telah begitu kuat mengakar di negara kita, Indonesia. Negara Indonesia memiliki dua provinsi yang dikenal sebagai sentranya kopi yaitu, provinsi Aceh dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kopi Aceh mempunyai rasa dan kekentalan tersendiri menjadi ciri khas dari daerah ini selain itu Aceh adalah penghasil kopi arabika di Indonesia memiliki para pecandu kopi yang luar biasa. Kopi arabika mempunyai rasa yang amat khas jika dibandingkan dengan kopi-kopi yang berasal dari Jawa. Budaya meminum kopi di Aceh seperti tidak mengenal waktu karena bisa berlangsung dari pagi hingga ketemu pagi lagi disertai dengan menikmati gorengan dan obrolan hangat membuat waktu berlalu begitu cepat. Tidak mengherankan jika warung-warung kopi di Aceh akan selalu senantiasa tampak ramai. Yogyakarta pun memiliki kopi yang sudah begitu akrab di telinga penduduk Jawa yaitu kopi joss. Kopi joss adalah kopi tubruk yang dicampuri dengan arang yang masih menyala. Kombinasi dari kopi tubruk dengan arang adalah panas kopi yang begitu awet dan menjadikan rasanya sangat nikmat, cocok untuk dinikmati selama berjam-jam. Oleh karena itu mudah bagi kita untuk menemukan warung-warung angkringan yang menyediakan kopi joss. Sembari menikmati secangkir kopi joss, pengunjung bisa mendiskusikan dan berbicara berbagai hal. Budaya meminum kopi joss adalah salah satu ciri khas kota gudeg dalam menjaga hubungan kekerabatan. Jika kita coba melihat kembali kebelakang bahwa budaya meminum kopi adalah salah satu cara untuk merayakan suatu kejadian penting. Bahkan sejak kecil sudah banyak masyarakat Indonesia yang dikenalkan dengan minuman kopi selain susu. Sampai ada beberapa orang yang merasakan pusing dan tidak enak badan jika mereka tidak bisa meminum setidaknya secangkir kopi dalam sehari. Kopi yang ada di Indonesia sudah lebih dari sekedar minuman penghangat tubuh. Melalui secangkir kopi obrolan-obrolan hangat bisa dimulai, melalui kopi pula kita bisa saling bertukar informasi. Tidaklah mengherankan jika saat ini kopi telah berubah menjadi sebuah fungsi sosial. Tidak ada permusuhan dan persaingan ketika meminumnya, yang ada hanyalah kedamaian, kehangatan, dan keakraban. Budaya meminum kopi telah ada dari Sabang hingga Merauke dan mereka meminumnya dengan cara mereka masing-masing. Di Aceh meminum kopi adalah suatu hal yang wajib dan telah menjadi kebutuhan. Merupakan hal yang susah untuk bisa lepas ketergantungan dari kopi arabika bagi masyarakat Aceh. Lain Aceh lain pula Yogya, begitupula kopi joss berbeda pula dengan kopi arabika yang ada di Aceh. Masyarakat biasa menyeruput kopi joss untuk mengumpulkan kembali balung tulang yang hilang atau istilahnya menjaga hubungan kekerabatan. Melalui secangkir kopi joss pula, sudah banyak deal-deal bisnis yang bisa tercapai. Memang seperti inilah budaya tentang meminum kopi yang ada di Indonesia.
Read More
Sejarah Kopi di Nusantara
26
Apr

Sejarah Kopi di Nusantara

Admin
26 April 2019
116
Berbagai literatur mencatat tanaman kopi berasal dari Abyssinia,4 nama daerah lawas di Afrika yang saat ini mencakup wilayah negara Etiopia dan Eritrea. Namun tidak banyak diketahui bagaimana orang-orang Abyssinia memanfaatkan tanaman kopi. Kopi sebagai minuman pertama kali dipopulerkan oleh orang-orang Arab. Biji kopi dari Abyssinia dibawa oleh para pedagang Arab ke Yaman dan mulai menjadi komoditas komersial. Di masa awal, bangsa Arab memonopoli perdagangan biji kopi. Mereka mengendalikan perdagangan lewat pelabuhan Mocha, sebuah kota yang terletak di Yaman. Dari pelabuhan Mocha biji kopi diperdagangkan hingga ke Eropa. Saat itu Mocha menjadi satu-satunya gerbang lalu-lintas perdagangan biji kopi, sampai-sampai orang Eropa menyebut kopi sebagai Mocha. Memasuki abad ke-17 orang-orang Eropa mulai mengembangkan perkebunan kopi sendiri. Pertama-tama nereka mengembangkannya di Eropa, namun iklim di sana tidak cocok untuk tanaman kopi. Kemudian mereka mencoba membudidayakan tanaman tersebut di daerah jajahannya yang tersebar di berbagai penjuru bumi. Upayanya berhasil, orang-orang Eropa mampu menggeser dominasi bangsa Arab dalam memproduksi kopi. Salah satu pusat produksi kopi dunia ada di Pulau Jawa yang dikembangkan bangsa Belanda. Untuk masa tertentu kopi dari Jawa sempat mendominasi pasar kopi dunia. Saat itu secangkir kopi lebih popular dengan sebutan “Cup of Java”  atau “Secangkir Jawa”. Sumber : https://jurnalbumi.com/
Read More
TOP